**Deskripsi Utama**
Proses modifikasi dan penyesuaian budaya melalui interaksi
antar kelompok yang menghasilkan pencampuran unsur budaya lain.
*(Gillin & Raimy, 1940)*
**Definisi**
Interaksi antar sistem budaya yang mengubah unsur budaya
tanpa bersifat personal melainkan suatu sistem kelompok budaya.
**Jenis Akulturasi**
**Asimilasi
Pembauran satu kebudayaan yang mengorbankan salah satu budaya, hingga membentuk kebudayaan baru.
Contoh: fenomena K-pop wave SMASH & JKT48 yang menghapus lokalitas.
**Konfrontasi**
Pertemuan beberapa budaya yang saling bertentangan dan konflik, tidak bisa dicampur bahkan cenderung kontradiktif.
Contoh: kontroversi Holywings dan reaksi religius.
**Adaptasi**
Proses penyesuaian suatu sistem budaya dengan budaya lain tanpa ada yang dihilangkan/dikorbankan.
Contoh: Perpaduan arsitektur Islam-Hindu-Buddha.
**Tantangan & Risiko**
**Komersialisasi**
Ikon berubah jadi nilai jual, jauh dari makna asli.
Contoh: Santa Claus sebagai simbol komersial Natal.
**Superfisialitas Visual**
Ambil bentuk tanpa konteks dan makna mendalam. Mengikis esensi simbol dan praktik budaya.
**Konflik Sosial**
Adaptasi tak sensitif memicu protes dan penolakan.
Mengancam kohesi budaya dan identitas lokal.
**Manifestasi & Contoh**
**Tradisi & Upacara**
Tumpengan, Kejawen, mandi keris berbahasa Arab,
perayaan selapanan yang gabungkan kalender Jawa-Islam.
**Arsitektur & Warisan**
Masjid dan makam yang memadukan unsur lama dan desain religius baru.
**Seni & Media Populer**
Karakter Pandawa jadi Chibi, Gatotkaca di game, Karakter Marvel jadi wayang tradisional.
**Komersialisasi & Hiburan**
Simbol religius menjadi elemen hiburan atau fashion.
Contoh: Tapak Buddha jadi jurus atau salib sebagai aksesoris.
**Implikasi untuk DKV**
**Praktik Kreatif**
Gabungkan elemen lokal dan global untuk nilai komersial.
Contoh: ilustrasi bergaya barat dengan elemen lokal.
**Etika & Sensitivitas**
Pertahankan makna spiritual saat mengadaptasi simbol.
Pelajari konteks budaya sebelum menerapkan elemen.
**Peluang & Nilai**
Dapat memperkaya identitas dan pasar kreatif.
Butuh keseimbangan antara inovasi dan pelestarian.
**Rekomendasi & Pendidikan**
**Pedoman Praktik**
Saring unsur yang menghormati makna asli budaya.
Libatkan komunitas budaya dalam proses adaptasi.
**Pembelajaran Akademik**
Materi untuk mahasiswa DKV dan praktisi kreatif.
Fokus pada proses, contoh, dan tantangan akulturasi.
**Kebijakan & Pelestarian**
Seimbangkan regulasi, inovasi, dan keberlanjutan budaya.
Dukung praktik kreatif yang etis dan bermakna.